Cara Menangani Depresi

Reading Time: 3 minutes
Taken by my dearest friend: @honjimilagro

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pertengahan tahun lalu, saya akhirnya memberanikan diri konsultasi dengan seorang psikolog. Puncaknya ialah karena saya sudah diselimuti dengan depresi yang sudah lumayan akut. Saya punya beberapa hal traumatis yang tidak semua orang normal umumnya alami. Dari waktu SMP-SMA bukanlah era yang membuat saya bahagia karena fisik gemuk saya yang membuat saya hampir selalu di-bully. Hingga 3 tahun lalu saya hampir dipenjara dijebak oleh seorang kerabat saya sendiri yang cukup dekat.

Gak semua orang berani mengakui ini. Kenapa? Karena depresi di Indonesia itu masih cukup tabu untuk dibahas. Ketika ada yang berani mengakui ini, malah dicap “cupu”, “alah gitu doang aja kok”, “kamu kurang banyak beribadah soalnya” dan kalimat meremehkan lainnya. Efek lainnya ialah dianggap bukan orang normal lagi setelah mengakui itu. Ya di sini biarkan saya sebagai tameng untuk mewakili suara mereka.

Saya punya memang support system. Namun saya orangnya dari dulu tidak suka merepotkan orang lain. Cikal bakal tersebut akhirnya membuat saya menemui seorang psikolog. Tapi sebelum bercerita tentang itu, kita harus membedakan terlebih dahulu antara depresi atau cuman lagi sedih.

Sadness atau rasa sedih ialah keadaan emosi umumnya pada manusia [1]. Semua orang pernah merasakannya dan kita akan merasakannya lagi. Rasa sedih tersebut biasanya muncul karena terpicu oleh keadaan seperti sedang mengalami kesulitan dan juga kejadian, situasi dan pengalaman yang menyakitkan atau mengecewakan [1].

Nah sedangkan depresi ialah suatu keadaan emosi yang abnormal dan suatu kelainan mental yang mempengaruhi cara kita berpikir, emosi, persepsi dan perilaku secara kronis dan pervasive [1].

Kalau misalnya bingung pengertian sebelumya, saya jabarkan dengan cara yang lebih mudah.

Ketika kita sedang depresi, kita merasa sedih tentang segalanya. Depresi ini tidak perlu pemicu seperti rasa sedih yang sebelumnya sudah dijelaskan. Tidak perlu suatu kejadian atau situasi-situasi yang menyulitkan dan ketika sedang mengalami kehilangan. Seringkali fakta di lapangannya terjadi di luar pemicu-pemicu tersebut.

Okay, mari kita balik lagi untuk bagaimana cara menanganinya.

Secara singkat, beberapa hal traumatis telah saya lalui yang menyebabkan saya memiliki depresi dan anxiety yang cukup menganggu. Jangan salah, dulu juga saya pernah mencoba untuk bunuh diri. Namun itu sudah waktu lama sekali. Tapi saya akan berusaha untuk mencegah kamu tidak melakukan hal tersebut.

Saya sadar dunia ini sangatlah kejam sekali. Mungkin benar apa yang dikatakan Darwin tentang “survival of the fittest”. Tapi tidak serta merta kita harus ikutan kejam. Coba kita telaah gambar di bawah ini.

Sumber: https://me.me/i/10-things-not-to-say-to-someone-with-depression-i-4521890

Gambar tersebut telah menjabarkan beberapa hal yang tidak boleh kita katakan terhadap orang yang mengalami depresi. Memang benar poin tersebut, namun dunia ini sangatlah kejam sehingga 10 perkataan tersebut tidak bisa kita hindari ketika kita bersosialisasi.

Namun jika kamu termasuk salah satu support system untuk kawan kamu yang sedang mengalami depresi, gambar tersebut bisa dijadikan referensi untuk membantu kawanmu.

Okay kita langsung saja masuk ke poin-poin apa saja yang harus kamu lakukan untuk meredakan depresi yang sedang kamu hadapi.


  1. Support System

Kamu harus punya support system karena kamu harus bercerita panjang lebar dan sepuasmu dengan bercerita masalahmu ke mereka. Support system yang benar ialah orang-orang yang akan mendengarkanmu tanpa menghakimimu. Kalau kamu belum bisa mendapatkan support system yang telah aku sebut sebelumnya, message me or holla at me. I will be gladly to hear your deepest problem and help to cure your depression.

2. Lingkungan Positif

Lingkungan positif itu wajib hukumnya. Kenapa? Kalau lingkungan kamu toxic, kamu akan terus menderita. Tidak hanya menderita, kamu juga akan kebingungan mencari pelampiasan untuk bercerita masalahmu ini karena ketakutan akan semakin dikucilkan jika bercerita dengan mereka. Kalau di Jakarta sudah banyak komunitasnya. Bisa kamu lihat di sini https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/177608-daftar-komunitas-peduli-kesehatan-jiwa

3. Cari praktek psikolog terdekatmu

Tips terakhir ini memang menurut saya harus dilakukan. Gak cuman saat depresi saja, tapi ketika kamu memang ingin bercerita ke seseorang masalah yang kamu kira itu memang berat dan tidak sanggup kamu memikulnya, psikolog ialah salah satu jawabannya. Jangan malu. Banyak sekarang psikolog tersebar di mana-mana. Puskesmas ialah salah satu tempat pilihan untuk mencari psikolog.


Mungkin dari saya sekian tips bagaimana cara menangani depresi dari kacamata saya sendiri. Saya harap tips ini dapat membantu kamu untuk bangkit dari masalah yang sedang kamu hadapi. Cheer up and have a good day. Don’t forget to contact me if you got yourself a lot of problems. You are not alone in this world. Let’s face these problems together!


Referensi

[1] https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201510/the-important-difference-between-sadness-and-depression