Tips Buat yang Bingung Mau Mulai Belajar Koding Secara Otodidak

Reading Time: 3 minutes

Sudah terasa tahun 2019. Industri IT (Information Technology) sudah mulai menjelma di mana-mana. Sudah banyak startupstartup yang berdiri, yang mana secara umum, ketika kita membicarakannya, terbayang suatu aplikasi smartphone atau web hasil karya perusahaan startup tersebut.

Ketika kita sedang membicarakan aplikasi tersebut, pasti tidak lepas dengan istilah koding. Ketika orang awam yang belum tahu apa itu koding, biasanya mencoba meng-googling istilah tersebut. Ketika meng-google lebih dalam apa itu koding, muncullah serentetan huruf yang tidak lazim dalam bahasa sehari-hari kita.

Salah Satu Demonstrasi Hasil Bahasa Pemrograman Java. Hasil Foto Karya Ilya Pavlov di Unsplash

Nah serentetan huruf tersebut, itulah yang digunakan dalam pembuatan aplikasi. Bagi yang belum tahu atau mengenal istilah koding, pasti akan kelabakan mencoba untuk memahami rentetan huruf tersebut.

Tenang, gak cuman Anda yang bingung. Saya juga baru mengenal benar-benar akan koding pada tahun 2016. Saya memang dulu pernah melakukan koding sebelumnya saat kuliah S1 jurusan Teknik Elektro. Namun tidak secara mendalam karena waktu itu konsentrasi jurusan saya bukan IT.

Saya baru memulai ketika hendak masuk S2 jurusan Teknologi Informasi. Karena jurusan IT yang akan saya pelajari ini pasti erat hubungannya dengan urusan koding, makanya saya memutuskan untuk mempelajari ilmu koding.

Saya belajar secara serius dalam kurun waktu hanya beberapa bulan. Sudah ada beberapa aplikasi smartphone yang telah saya kembangkan dan luncurkan di Google Playstore seperti Lokafit dan Kalofit. Ada juga hasil karya website yang sudah saya luncurkan seperti kampungcreative.idsolarindonesia.idberbagilistrik.com, dan banyak lagi.

Hasil Karya Buatan Aplikasi Android. Kalofit (Atas) dan Lokafit (Bawah)

Tips yang akan saya berikan ini berdasarkan pengalaman saya yang belajar koding secara otodidak. Jadi mungkin bisa berlaku untuk Anda, bisa juga tidak. Baik, langsung saja untuk tipsnya.


Tips Belajar Koding Secara Otodidak

  1. Belajar Logika Pemrograman Dulu

Loh, kenapa logika dulu? Kenapa gak langsung belajar cara buat aplikasi dulu?

Jadi gini. Alasannya ialah ketika Anda sudah mengerti logika pemrograman, ketika Anda ingin berpindah bahasa pemrograman lainnya, misalnya Python ke Java, Anda akan pindah secara lebih mudah dan cepat.

Karena pada dasarnya, semua bahasa pemrograman itu sama. Yang membedakannya ialah syntax. Namun logika dalam penerapannya ialah sama.

Anda bisa belajar logika pemrograman di situs-situs gratis luar maupun lokal. Kalau luar, saya bisa merekomendasikan Anda situs codeacademy.com atau situs lokal seperti codesaya.com

2. Fokus Belajar ke Salah Satu Platform Aplikasi

Nah setelah Anda sudah paham logika pemrograman, Anda harus fokus ke platform mana dulu yang mau Anda kembangkan. Kalau mau fokus Android, berarti bisa belajar Android Studio atau Flutter. Kalau mau fokus IOS, bisa belajar Xcode. Kalau mau belajar PWA (Progressive Web App), bisa fokus belajar menggunakan Ionic. Mau belajar membuat web app dengan belajar Laravel maupun Code Igniter.

3. Fokus Menggunakan Salah Satu Bahasa Pemrograman

Setelah tahu platform aplikasi mana yang ingin difokuskan, saatnya belajar bahasa pemrograman yang mendukung terhadap platform tersebut. Android Studio itu sangat erat dengan bahasa pemrograman Java. Flutter dengan bahasa pemrogramannya sendiri. Xcode dengan bahasa pemrograman Swift. Laravel maupun Code Igniter yang sangat erat dengan bahasa pemrograman PHP.

Nah langkah-langkah tersebut, dianjurkan untuk tidak saling melangkahi. Dalam beberapa kasus, misal ketika mengembangkan suatu platform aplikasi misal aplikasi Android, biasanya dibutuhkan kemampuan untuk menghubungkan API (Application Programming Interface) yang notabene harus disambungkan dengan bahasa pemrograman back-end seperti PHP atau Python.

Nah jika melakukan langkah pertama terlebih dahulu, ketika berpindah fokus dari Java ke PHP untuk mengembangkan syntax yang digunakan menghubungkan API ke aplikasi Android tersebut, tidaklah terlalu sulit. Lain kata jika logika pemrogramannya masih belum dikuasai.


Nah sekian untuk tips dari pengalaman saya sendiri dalam menekuni dunia koding ini. Jangan khawatir apakah yang Anda tekuni saat itu apakah pilihan terbaik atau bukan. Banyak programmer yang bergonta-ganti fokus pengembangan platform aplikasi dan juga bahasa pemrograman yang mengikutinya, sejalan dengan proses hingga mendapatkan mana yang terbaik. Namun sebelumnya, himbauan saya, lakukan tahapan-tahapan tersebut terlebih dahulu karena … udah berhasil di saya hahaha.